Bursa Global Tertekan, IHSG Anjlok 111 Poin

March 26, 2018

Kondisi anjloknya IHSG dan meroketnya nilai tukar dollar membuat banyak orang ketar-ketir. Hans melanjutkan, sepanjang tahun 2018 ini, indeks SMC Liquid akan terus melanjutkan penguatan dan mencatat return di atas IHSG. Sebaliknya saham-saham bank yang sudah naik tinggi malah jadi sasaran aksi ambil untung membuat IHSG jatuh ke posisi terendahnya hari ini di 4.543,411. Semakin besar Sharpe Ratio, maka bisa dikatakan semakin optimal suatu reksa dana.
Seorang investor yang risk taker tetap mengetahui resiko yang akan dia tanggung jika ternyata keputusan investasinya tidak sesuai yang diharapkan, dia tetap bisa mengukur batas bawah kerugian yang akan ditanggung. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 24 poin didorong bursa-bursa Asia yang mulai rebound. Saya sih simple aja, siapa sih yang tidak taking profit setelah IHSG naik setinggi 87%, itulah yang dilakukan oleh Asing, namun sebagian hegde fund lagi sibuk me-re’posisi kembali saham2nya, faktor ini akan membuat market berfluktuasi dahulu, sebelum nantinya akan lebih jelas kemana market bergerak.
Berita Terlengkap Semarang
Perketat target take profit Anda, karena momen euforia erat hubungannya dengan harga pasar yang melebihi harga intrinsik atau book value (BV). Tekanan jual di saham-saham lapis unggulan sempat membawa IHSG anjlok ke zona merah sampai di posisi 3.978,343, padahal sebelumnya baru saja naik tinggi ke level 4.017,308 sesaat setelah pembukaan perdagangan. Indeks Komposit Shanghai anjlok 40,82 poin (1,67%) ke level 2.399,58.
IHSG mengalami net forign sell hingga Rp459,7 miliar dengan penjualan asing mencapai Rp1,9 triliun dan pembelian asing sebesar Rp1,4 triliun. Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diperkirakan masih akan mengalami tekanan di tengah sentimen negatif yang berhembus di bursa global. Sementara itu, pasar sudah mulai jenuh menghadapi isu kebijakan penarikan dana stimulus Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) yang tak kunjung usai.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa memperkirakan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hanya bersifat sementara meski kurs rupiah terus terpuruk hingga tak ingin beranjak dari Rp 12.100 per dolar AS. Oleh sebab itu, supaya dapat berinvestasi di reksa dana tanpa panik dan stress (khususnya di RDPT) maka tidak ada salahnya jika kita kenali instrumen RDPT, kenali faktor yang mempengaruhinya dan kenali masa depan.
Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berpeluang teknikal rebound setelah terkoreksi tajam. Aksi beli di saham-saham unggulan berhasil membawa IHSG bertahan di zona hijau. Rupiah lunglai, IHSG limbung, ekonomi terombang-ambing, seantero dunia setali tiga uang mengharu-biru menunggu arahan bank sentral AS. Pemerintah dan Bank Indonesia banting tulang di sisi moneter dan jatuh bangun di sisi fiskal.
RIFANFINANCINDO BERJANGKA
Aksi beli selektif yang dilakukan investor lokal akhirnya membuahkan hasil, indeks kembali berjalan di zona hijau meski poin yang dicetaknya belum terlalu tinggi. Pelemahan IHSG turut diwarnai pelemahan 6 sektor saham. Sementara itu, OSK Nusadana mengemukakan bahwa IHSG kemarin terkoreksi 2,88% ke level 2.355, ditutup ke bawah MA50. Jawabnya tentu saja IHSG akan sangat terpengaruh juga oleh kondisi regional.
Ketika IHSG dan reksa dana saham tumbuh di kisaran 1,5-1,62 persen reksa dana campuran hanya tumbuh 1,08 persen. Laporan FIS Group menyatakan pada tahun 2015, sekitar 90 persen dana investasi di pasar saham Cina dimiliki oleh investor ritel. Indeks Nikkei 225 anjlok 164,63 poin (1,87%) ke level 8.619,83. Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sangat wajar sekarang ini.
Data Facebook Bocor, Indonesia Perlu UU Perlindungan Data Pribadi
- Menjelang penutupan perdagangan sesi I, pada pukul 11.01 WIB, indeks harga saham gabungan (IHSG) makin melorot tajam hingga 3,13 persen atau 170,51 poin ke level 5.279,8 dari sebelumnya dibuka turun tajam 1,28 persen atau 69,67 poin ke level 5.380,64. Jika selama ini pasar uang kita dalam posisi yang sangat likuid, hampir semua Bank kebanjiran uang, baik Rupiah maupun USD, maka kita perlu mengantisipasi jika terjadi kondisi yang ketat atau tiba-tiba uang menghilang dari pasar uang.
Ketika DOW dan Bursa Global naik ternyata IHSG tidak ikutan, moga2 ketika DOW dan Global turun IHSG tidak ikutan turun. Jika memang IHSG akan menguat, maka indeks harus bisa menembus level 5858 dan 5910 dan bisa menuju level resistance psikologis yang cukup kuat, yakni 6000 - 6100. Apabila IHSG naik sebesar 20% maka diharapkan NAB reksadana saham tumbuh minimal 20%.