Dongkrak Harga Minyak, Venezuela Tawarkan Pengurangan Produksi

August 25, 2018

Rakyat Venezuela memberontak, memutus jerat-jerat neoliberal di lehernya. Dalam menjalankan politik luar negerinya yang anti-amerikanisme Presiden Hugo Chavez menggariskan politik luar negeri dengan prinsip independensi Venezuela dan melawan campurtangan AS dan partisipasi dalam pembentukan dunia yang berdasar multipolar yaitu pendekatan dengan Eropa. Menurut Bank Dunia, wisatawan di Venezuela telah menyusut dari 988 ribu orang pada tahun 2012, menjadi 789 ribu orang pada tahun 2015.
Tampaknya semua sedang berkonspirasi untuk mengalahkan Revolusi Venezuela, kendati heroisme massa rakyat. Sebagaimana disinggung sebelumnya, PDVSA saat ini memiliki partisipasi lebih besar dalam produksi dan ekspor minyak Venezuela dibandingkan sebelumnya, dan peningkatan royalti terhadap perusahaan transnasional telah memungkinkan Negara Venezuela menarik porsi keuntungan yang lebih besar dari sebelumnya.
Para orang kaya baru di Venezuela menggunakan kekayaan mereka untuk mengadopsi aspek yang lebih mengerikan dari masyarakat konsumen Amerika Serikat, dengan Miami terdekat menjadi tempat bermain favorit mereka dengan membeli rumah kedua banyak dan mengirim anak-anak mereka ke Amerika Serikat untuk pendidikan. Untuk diketahui, pada tahun 1998, sebelum Hugo Chavez menjabat sebagai Presiden, angka kemiskinan ekstrem di Venezuela tercatat 21 persen.
Selain mencetak mata uang sendiri, penduduk Venezuela kini juga menggunakan sistem barter demi membeli kebutuhan sehari-hari. Pertumbuhan ekonomi ini juga telah memainkan peran dalam stabilisasi sementara hubungan antara Kolombia dan Venezuela, dan perjanjian untuk kembalinya Zelaya ke Honduras yang dimediasi oleh kedua negara tersebut. Hugo Chávez menjadi ikon penting bukan saja bagi Venezuela, melainkan juga bagi seluruh benua Amerika Selatan.
Perusahaan Rusia, Russneft baru-baru ini juga menandatangani kontrak kerjasama di berbagai sektor minyak Venezuela. Mereka memuji Chavez sebagai tokoh yang berani berdiri melawan dominasi Barat, terutama Amerika Serikat, dan berhasil menasionalisasi sektor perminyakan yang merupakan penghasil pemasukan terbesar di Venezuela. Ironisnya, Perez-lah yang pada tahun 1976 melakukan nasionalisasi penuh atas industri minyak Venezuela melalui pembentukan PDVSA.
Namun gema dari sepak terjang dari Presiden Venezuela ini masih tetap terdengar terutama bagi negara-negara dunia ketiga dari Amerika Latin. Venezuela memang memiliki sejarah dipimpin oleh militer dan merupakan hal yang lazim bila militer melakukan kudeta pengambilalihan kekuasaan. Nah, di Piala Dunia U-20 di Korea Selatan, Venezuela, negeri yang dikenal sebagai penghasil juara kontes kecantikan, berhasil membuat kejutan dengan melaju ke remaining Piala Dunia U-20 Agustin Cannobio dan kolega berhasil menyingkirkan tetangganya Uruguay di semifinal yang harus berakhir dramatis lewat adu penalti 4-3.
Dia menceritakan, pada era mantan Presiden Chavez, Venezuela berhasil menurunkan angka kemiskinan hampir 60 persen. Namun, akhir Mei 2009 ini saja, harga minyak Venezuela telah kembali bertengger di sixty one dolar AS per barrel. Orang Venezuela mulai mengadakan stasiun-stasiun FM, AM dan TELEVISION Kristen komersial. Angka kemiskinan di Venezuela kini berada di posisi 20 persen dari semula 70 persen.
Pemerintah menunjuk toko-toko sembako tertentu yang tersebar di seluruh penjuru Venezuela, terutama di daerah yang miskin sebagai agen untuk mendistribusikan bahan-bahan makanan itu. 98 Dinamika politik dan kebijakan tersebut tentu berpengaruh terhadap kondisi ekonomi Venezuela. Presiden Venezuela Nicolas Maduro telah mengimbau untuk dilakukannya referendum pada Minggu mendatang.
Kuba dan Bolivia langsung memanfaatkan syarat menguntungkan untuk bisa membeli minyak Venezuela. Hal ini dilakukan mengingat dengan barang-barang dalam kantong plastik, penduduk Venezuela dan seluruh keluarganya bertengger di atas beton berdiri di sepanjang dinding. Pemerintah Venezuela tak lagi merilis information inflasi. Chavez berterus terang soal keraguannya terhadap wilayah perdagangan bebas usulan AS, dan menurut pembantu-pembantu dekatnya, agenda tersebut tak akan memenangkan dukungan referendum populer di Venezuela.
PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SOLO
Ketika krisis pangan terjadi, ketergantungan terhadap nilai tukar mata uang terhadap dolar yang ikut dipengaruhi oleh krisis finansial membuat negara-negara ini kemudian mesti menanggung beban inflasi yang membengkak. Ini adalah awal dari ketegangan politik di Venezuela yang akan berimbas pada sulitnya mempertahankan atau melanjutkan kebijakan yang sudah ada.