Gihon Telekomunikasi Incar Dana Hingga Rp260 Miliar

March 9, 2018

Menurut Rudolf, potensi pertumbuhan perusahaan penyewaan menara telekomunikasi independen bisa meningkat signifikan, karena Telkomsel, XL Axiata dan lndosat Ooredoo tidak berfokus membangun menara tambahan. Operator-operator tersebut mengalihkan pembangunan menara kepada perusahaan menara independen untuk mengurangi biaya belanja modal.
Rupiah Semakin ke Zona Merah
“Hampir seluruh pertumbuhan menara baru akan diarahkan ke perusahaan menara independen. Secara umum, kolokasi pada menara yang dimiliki perusahaan telekomunikasi terutama karena status independen dari perusahaan menara independen,” jelas Rudolf. Perseroan dan penjamin pelaksana emisi efek merencanakan periode bookbuilding pada 28 Februari 2018 hingga 12 Maret 2018, dan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 April 2018.
Pada saat ini, Gihon Telekomunikasi Indonesia memiliki 443 menara telekomunikasi yang tersebar di beberapa provinsi Indonesia, seperti Jawa dan Sumatera. Portofolio perusahaan mengalami peningkatan sejak 2014, seiring dengan bertambahnya jumlah menara dan jumlah penyewa. Rasio kolokasi selama tiga tahun bergerak fluktuatif akibat peningkatan jumlah menara yang lebih besar dari peningkatan jumlah kolokasi.
INDEF Tanggapi Melemahnya Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar
PT Gihon Telekomunikasi Indonesia Tbk akan merealisasikan penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) dengen melepas sebanyak-banyaknya 200 juta lembar saham di harga penawaran sekitar Rp1.100-Rp1.300 per saham.Perseroan telah menunjuk PT lndo Premier Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek (underwriter). Dana penawaran tersebut, maka perusahaan akan meraih dana segar di kisaran Rp220 miliar hingga Rp260 miliar.
Rupiah Melemah juga Usai Petinggi IMF Datang
“Total saham baru dari portepel yang dilepas ke publik tersebut setara dengan 33,49 persen dari modal ditempatkan dan disetor perseroan setelah penawaran umum, dengan nilai nominal Rp100 setiap saham,” ungkap Associate Director Investment Banking Indopremier Eban S Banowo, ditemui dalam acara ‘Due Diligence Meeting & Public Expose IPO PT Gihon Telekomunikasi Indonesia’ di Gedung UOB, Jakarta, Jumat, 2 Maret 2018.
PT RIFANFINANCINDO BERJANGKA - Rifan Financindo Optimistis Transaksi 500.000 Lot Tercapai
Di tempat yang sama, Direktur Utama Gihon Telekomunikasi Indonesia Rudolf P Nainggolan menyatakan dana IPO setelah dikurangi biaya emisi, maka perusahaan akan melunasi pinjaman perseroan dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), modal kerja operasional perseroan, dan untuk belanja modal yang berkaitan dengan pembangunan sites telekomunikasi baru, guna perluasan dan penambahan portofolio menara telemomunikasi perseroan.