Ini langkah Sri Mulyani genjot penerimaan pajak di 2018

February 15, 2018

Kondisi ini menurut Sri Mulyani menciptakan keterbatasan dalam hal belanja karena pajak berdampak terhadap penerimaan. Oleh karena itu, ke depan reformasi pajak yang komprehensif akan sangat dibutuhkan. “Pemerintah akan fokuskan upayanya untuk memperbaiki aturan, sumber daya manusianya, organisasi, sistem IT dan juga proses-proses bisnis. Mudah-mudahan semua upaya ini kita bisa melihat adanya suatu badan pajak yang lebih profesional dalam melakukan tanggung jawab mereka,” jelasnya.
PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
“Dan kita akan merevisi undang-undang perpajakan dan juga pajak bea cukai untuk disesuaikan kondisi terkini. Dan juga meningkatkan para staf pajak untuk bisa memperbaiki kualitas sumber daya kita. Suatu perpajakan yang efisien pasti membutuhkan suatu intonasi dan teknologi yang baik,” tandasnya.
Menteri Keuangan Sri Mulyani berjanji akan terus memaksimalkan penerimaan negara di sektor pajak pada 2018. Salah satu langkah yang akan dilakukan dengan melakukan suatu reformasi pajak yang lebih luas. “Reformasi pajak adalah bagian dari reformasi fiskal. Jadi, saat ini kita sedang melakukan suatu reformasi pajak yang lebih luas atau ekstensif sebagai bagian dari fungsi pajak,” ujarnya di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu (72).
124 Kendaraan Melebihi Muatan Lewati Ruas Tol Jakarta-Cikampek
Sri Mulyani mengatakan, reformasi pajak perlu dilakukan karena pendapatan perpajakan Indonesia secara konsisten telah meningkat setiap tahunnya. Namun demikian, rasio pajak masih tetap rendah yaitu sekitar 10,8 persen dari PDB.
Langkah Jokowi Setelah Pertumbuhan Ekonomi Tak Capai Target
“Dan kini bahkan lebih rendah dari negara-negara lain yang ada di kawasan ASEAN. Dan jumlah wajib pajak itu juga masih sedikit, juga bagi mereka yang membayar pajak pun jumlahnya lebih sedikit lagi,” jelasnya.