Minyak Naik Setelah Arab Saudi Putus Hubungan Dengan Iran

May 9, 2018

Awal Oktober ini Dana Moneter Internasional (IMF) sempat khawatir harga naik menyusul perkembangan di sentra penghasil minyak seperti Iraq, Syria, maupun Libya. IHSG pada perdagangan kemarin ditutup melemah 0.7% ke level 5,352.1. Meskipun pencapaian hasil tax amnesty dapat menjadi sentimen positif, namun IHSG pada hari ini masih dibayangi oleh berbagai tekanan mulai dari harga minyak dunia yang masih volatile dan melemahnya mayoritas bursa dunia menjelang debat capres di Amerika Serikat. Akan tetapi masalah minyak bebatuan (shale oil) adalah biaya produksinya mencapai 75 dolar per barel.
Di minyak, ada ExxonMobil yang mengelola ladang-ladang minyak di negeri ini. Rezim Petrodolar telah berakhir, minyak telah ditendang menjadi bahan bakar semata, sebagimana dolar menendang emas menjadi perhiasan semata ketika rezim Petrodolar dimulai. Mari saya ajak Anda untuk melihat beberapa update berita yang ada berkaitan dengan resiko kenaikan harga minyak mentah dunia.
Harga emas kontrak Juni di bursa berjangka New York Mercantile Exchange divisi Comex sementara mengalami penguatan $11,40 atau 0,89% dan berada di level $1289,50 per troy ounce. Oliver Jakob, Managing Director dari konsultan Petromatrix GmbH, mengatakan kondisi pasar fisik minyak hingga kini tidak benar-benar terjadinya pengurangan pasokan maupun kenaikan permintaan yang tinggi.
115 Bank Terbitkan Kartu Debet GPN Akhir April
Semakin dalam batuan terkabur di perut bumi, minyak yang dihasilkan akan semakin banyak. Menurut Tim Harga Minyak Kementerian ESDM, peningkatan harga ICP sejalan dengan kenaikan harga minyak mentah di pasar internasional. Harga emas bergerak lebih tinggi namun kemudian sedikit turun dari level tertinggi dalam lima bulan tersebut meskipun terjadi peningkatan permintaan emas sebagai safe haven di tengah meningkatnya kegelisahan karena geopolitik.
RIFANFINANCINDO
Dalam bagian Sasaran dokumen RUPPN itu disebutkan bahwa kebijakan perminyakan dan pergasbumian disasarkan untuk mempertahankan tingkat produksi minyak mentah sekitar 1 juta barel per hari sampai tahun 2025; operatorship 50% oleh perusahaan nasional pada tahun 2025, penggunaan barang dan jasa nasional sebesar 91% pada tahun 2025; penggunaan SDM nasional sebesar 96% pada tahun 2025.
Bursa Wall Street rebound pada perdagangan setelah sebelumnya mencatatkan penrurunan harian terbesar, saham-saham perusahaan AS sekarang sudah kembali menguat terdorong data ekonomi. Selain merupakan imbas dari meningkatnya permintaan, stok bahan bakar minyak distilasi AS pada Maret 2018 juga mengalami penurunan sebesar 9 juta barel, sedangkan stok bensin turun sebesar 12,2 juta barel dibanding Februari.
Bank Sinarmas Luncurkan Kartu Debit Berlogo GPN
Pemasukan dari minyak yang menurun drastis sejak 2011 lalu itu membuat sumbangan sektor industri yang didominasi minyak menurun drastis. Harga minyak mentah Brent ditutup naik 1,9 persen dan minyak mentah AS ditutup naik 2,6 persen setelah menyentuh level tertinggi 15 bulan, menyusul laporan pemerintah yang menunjukkan penurunan tajam dalam persediaan domestik.
The Louisiana Offshore Oil Port (LOOP), terminal minyak mentah swasta terbesar di AS telah menyelesaikan operasi muatan minyak mentah ke kapal tanker besar (VLCC). Harga minyak naik di perdagangan elektronik AS hari Rabu malam, dengan harga minyak mentah West Texas Intermediate diperdagangkan pada level $ 32,74 per barel, naik dari level $ 32,28 di New York Mercantile Exchange.
Beberapa prediksi mengatakan sekitar 25% kekuatan produksi minyak mentah di Nigeria telah berhenti secara total. Pada time frame daily dan H4, harga emas secara jelas memberikan setup trend up. Jika Saudi mengurangi lifting dan dengan itu harga minyak naik kembali, boleh jadi justru Iran yang mendapat keuntungan lebih banyak. Para investor juga memperhatikan perkembangan tingkat permintaan minyak mentah di AS, yang sampai sejauh ini belum menunjukkan kebangkitan yang berarti setelah menurun tahun lalu.
Dengan segala hormat kepada Nurit Kliot, air tidaklah menyusul minyak sebagai subjek dominan konflik untuk Timur Tengah pada tahun 2000”—sebagaimana dipertontonkan oleh invasi pimpinan AS atas Irak baru-baru ini.56 Berlawanan dengan klaim Starr dan Stoll, pergantian abad 20 tidak menghadirkan pergolakan” politik air tiada preseden” di seluruh kawasan.