Peluang Kenaikan IHSG Terhalangi

March 28, 2018

, Jakarta: Bursa Amerika Serikat (AS) semalam ditutup menguat didorong kenaikan saham sektor keuangan. IHSG ditutup melemah pada perdagangan kemarin berada di level 5,703. Tidak semua saham dipengaruhi oleh pergerakan dana asing, sebagian saham second liner dan saham third liner umumnya tidak dipengaruhi oleh pegerakan dana asing, karena partisipasi asing di saham-saham tersebut umumnya dibawah 10%, sehingga pergerakan investor asing di saham ini didominasi oleh pemain-pemain lokal.
Indeks LQ45 turun 0,3%, indeks JIIO turun 0,05%, indeks ISSI melemah 0,1%, indeks SMinfra18 turun 0,5% dan IDX30 turun 0,2%. Harga saham WIKA sempat ditutup melemah tiga hari berturut-turut pada perdagangan sebelumnya dipicu oleh harga right issue yang ditawarkan berada di bawah harga pasar yaitu di kisaran Rp1,525-Rp2,505 dari harga pasar saat ini yang berada di kisaran Rp2,600.
Aksi Blokir Jalan Tol Batang
Saham yang naik seperti CNTX turun Rp100 ke Rp8.00, PTSP naik Rp100 ke Rp800. - SIDO: Harga saham SIDO ditutup menguat Rp15 (+2.67%) ke level Rp575 hari ini. Saham yang trun seperti saham GTBO turun 12,7% ke Rp165, MTFN turun 12,2% ke Rp430, NPS turun 9,09% ke Rp3.500, EMTK turun Rp8,3% ke Rp2.200, AKPI turun 8,15% ke Rp1.240. Hanya, Dow Jones Industrial Average yang berakhir turun 70,92 poin atau setara 0,29% ke posisi 24.538,06.
Indeks diprediksi masih akan tertekan sampai ke level 4.230 sebelum berbalik arah untuk menguat kembali. Itu sebabnya meskipun sejak tahun 2011 lalu kontribusi investor lokal sudah lebih besar, namun investor asing tetap memegang kendali pergerakan IHSG. Pertambangan dan perkebunan turun paling tajam, yaitu masing-masing 2,68% dan 1,30%. Menurut Analis Ekonomi First Asia Capital David Sutyanto, IHSG yang sudah koreksi tajam dalam tiga hari perdagangan berturut-turut, hari ini diperkirakan berpeluang naik, dengan dukungan penguatan mata uang rupiah terhadap dolar AS dan kenaikan harga minyak mentah.
Sementara sektor saham aneka industri dan keuangan, masing-masing tergelincir 0,42 persen dan 0,26 persen. IHSG pada perdagangan akhir pekan ditutup menguat terbatas 0,4% pada level 5.227,6 akibat adanya aksi profit taking investor terutama saham‐saham unggulan sektoral konsumer, aneka industri, pertambangan dan manufaktur. Bursa Eropa dan AS pada perdagangan tadi malam ditutup kompak melemah tertekan oleh mulai melambatnya pertumbuhan ekonomi global yang diindikasikan mulai terjadi kontraksi dalam aktivitas bisnsi Perancis dan melambatnya pertumbuhan manufaktur Jerman.
Sejauh ini, William mengaku‎, pasar saham Indonesia masih menjadi tujuan yang menarik bagi investor dalam negeri maupun asing. Indeks harga saham gabungan (IHSG) diduga masih tertekan, dan baru berbalik setelah bursa regional terangkat akibat sentimen positif jangka pendek. Saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Internasional (ASII) turun Rp 3.250 ke Rp 60.400, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.950 ke Rp 37.300, United Tractor (UNTR) turun Rp 1.150 ke Rp 20.850, dan Indocement (INTP) turun Rp 1.100 ke Rp 12.900.
Melihat portofolio sendiri rasanya masih aman karena meski ada saham yang ikut terkoreksi tetapi ada juga saham yang kemarin harganya mengalami kenaikkan. Trader melihat kemungkinan default Yunani, dan S & P mengindikasikan dari pergerakan pasar selama 200 hari yang menyiratkan terjadi penjualan besar di pasar dalam 2 bulan yang membuat indeks turun sekitar 7 persen.
Geger, Warga Blokir Akses Pembangunan Jalan Tol
Pola trading pendek juga masih saya jalankan terutama yang sudah naik misalnya INAF sempat jual 370 yang lalu dan sekarang ketika INAF kembali koreksi di 322 maka saya berpikir untuk kembali buy back, syukur jika dapat harga lebih murah. Investor asing kembali memburu saham. Pada penutupan perdagangan sore ini, IHSG naik 39,45 poin atau setara 1,09 persen ke posisi 3.675,38.
RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG bertambah 6,192 poin (0,13%) ke level 4.355,000 menyusul sentimen positif dari pasar global. Sedangkan rebound yang terjadi pada IHSG di perdagangan kemarin mengkonfirmasi tren bullish karena bertahan di level resistan 3.954-3.980. IHSG Kamis Hari ini diperkirakan akan bergerak rebound seiring bursa regional.Menurut analisa Samuel Sekuritas, beberapa saham yang kemarin mengalami koreksi signifikan seperti BBRI, UNTR, ASII, TLKM dan INDF diperkirakan akan menguat hari ini.
Bursa Asia juga masih rebound hingga siang ini seiring penguatan bursa AS dan kembalinya optimisme investor terhadap pasar yang memang telah Oversold. Hal inilah yang sangat dikhawatirkan, ketika asing yang mendominasi kinerja pasar modal Indonesia. Kontak Perkasa, Jakarta Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tetap bergerak di zona hijau pada pembukaan perdagangan saham Kamis pekan ini.