Susahnya Membawa Kincir Raksasa ke Atas Bukit di Sidrap

March 14, 2018

Kemudian jembatan dan jalan dari pelabuhan menuju ke atas bukit sepanjang 30 kilometer (km) disiapkan. Untuk membangun infrastruktur ini, UPC Renewables butuh waktu setahun. “Ini daerah pegunungan, mereka harus membuka infrastruktur. Butuh waktu agak lama untuk membangun infrastruktur seperti jalan dan jembatan dari Pelabuhan Parepare ke Sidrap, jaraknya sekitar 30 kilometer. Setahun lebih membangun infrastrukturnya,” ungkap Sekretaris Daerah Kabupaten Sidrap, Sudirman Bungi, saat ditemui di PLTB Sidrap, Kamis (13).
Laba Waskita Karya Meroket 131,72% di 2017
Setelah infrastruktur siap, dilakukan rekayasa lalu lintas agar truk-truk pengangkut tiang dan baling-baling PLTB Sidrap bisa lewat. Jalan raya dari pelabuhan sampai ke kaki bukit beberapa kali ditutup dari pukul 22.00 WITA sampai 05.00 WITA untuk memberi jalan bagi truk pengangkut komponen PLTB Sidrap. “Baling-baling dan tiangnya besar sekali,” ucap Sudirman. Dari kaki hingga ke atas bukit, jalan harus diperkuat agar dapat menahan beban truk-truk dan crane yang lewat. Pemasangan tiap kincir angin butuh waktu kurang lebih 12 hari. Sudirman memuji kecepatan kerja UPC Renewables yang mampu merampungkan konstruksi PLTB Sidrap hanya dalam waktu setahun.
Penjelasan AP II Kota Tangerang Terkait Kenaikan Tarif PSC
“Konstruksinya hanya makan waktu setahun dan sekarang sudah hampir selesai,” ujarnya. Kini proyek senilai USD 150 juta atau Rp 2 triliun (kurs Rp 13.500) itu sudah memasuki tahap komisioning alias uji coba operasi. Sebanyak 23 dari 30 kincir sudah berputar dan menghasilkan listrik. Pembangkit ini dijadwalkan beroperasi secara komersial (Commercial Operation Date/COD) pada minggu ke-3 bulan ini. Tiap Wind Turbin Generator (WTG) alias ‘kincir angin raksasa’ mampu menghasilkan listrik sebesar 2,5 Megawatt (MW). Total kapasitas PLTB ini mencapai 75 MW, bisa untuk menerangi 67.000 rumah pelanggan 1.300 VA di Sulsel.Namun tak mudah untuk membawa kincir-kincir raksasa itu ke atas bukit. Investor asal Amerika Serikat (AS) yang membangunnya, UPC Renewables, pertama-tama harus membangun dulu dermaga khusus di Parepare untuk mendaratkan tiang dan baling-baling kincir.
RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
Tiga puluh kincir angin berwarna putih berdiri berjejer di atas bukit. Tiap kincir punya tiang setinggi 80 meter dan berdiamater 20 meter. Baling-baling yang berputar di atasnya berdiamater 60 meter. Jika baling-baling sedang dalam posisi vertikal, tinggi kincir angin mencapai lebih dari 100 meter. Itulah pemandangan yang tampak di Desa Mattirotasi dan Desa Lainungan, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan (Sulsel). Kincir-kincir tersebut adalah bagian dari Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB Sidrap), pembangkit tenaga angin pertama dan terbesar di Indonesia, juga terbesar di Asia Tenggara.